[NulisRingkas] Melukis Fakta

lukis

BEDA MELUKIS dengan mendokumentasikan gambar foto itu, mungkin bisa dilihat dari kadar objektifitasnya. Pelukis bisa mendeskripsikan objek lukisnya sesuai gambaran yg ada di dlm kepala. Bisa jadi sama dg si objek atau malah berbeda sama sekali.

 

Pelukis bisa saja menggambarkan sebuah objek manusia yg berbaju putih, menjadi hitam di dalam karyanya.  Atau, menggambarkan pria berkumis, menjadi tanpa kumis hanya karena ia merasa bahwa sang objek akan lebih baik jika tanpa kumis di dlm karyanya. Ada rasa/taste pelukis yg masuk di hasil lukisnya. Itu seperti opininya si pelukis.

 

Karya foto lebih menggambarkan realita yg ada. Itu seperti memindahkan objek asli ke dalam gambar foto. Objek pria berkumis, akan tetap tergambar sebagai pria berkumis di dalam karya fotonya. Atau, jika si objek mengenakan baju putih, maka baju dengan warna itu juga yg akan tergambar dalam karya foto. Sisi subjektifitas mungkin masih terjadi. Tapi relatif kecil dibanding lukisan. Biasanya soal angle/sudut pengambilan gambar objek dan penggunaan cahaya.

 

——————————

 

MENEMPATKAN dan kemudian menyampaikan suatu informasi fakta dg gaya bercerita, mungkin sekali membuat si penulis terjebak dalam metode melukis. Ada opini-opini yg bisa masuk dan itu bukan fakta. Atau, agar deskripsinya bisa mengalir sesuai alur cerita yg ada dalam kepala, penggambaran informasinya mungkin saja mengabaikan fakta.

Tak jarang juga, si penulis informasi fakta yang menyampaikan dg gaya melukis, justru sengaja mencampurkan fakta dan fiksi agar hasil ceritanya bisa sesuai frame yg sdh ditentukan di awal ia memulai. (***)

 

[NulisRingkas] Kerja Kerja Kerja!

Image

KERJA ITU merupakan ide yg diejawantahkan menjadi tindakan nyata. Bukan cuma ide yg sekadar diucapkan di mulut, trus ikut-ikutan berkoar : Kerja kerja kerja! Seperti mereka yg memang bekerja. (***)

[NulisRingkas] Solusi Imitasi

image

BEBERAPA KALI atau mungkin sering kita temui, solusi muncul karena ada masalah yg timbul. Yang jadi masalah kemudian, ‘masalah’ itu ternyata justru sengaja ditimbulkan agar solusi bisa muncul.

Munculkan dulu masalahnya, baru kemudian tawarkan solusinya. Buat dulu virusnya, baru kemudian tawarkan anti virusnya. Tebarkan dulu pakunya, baru kemudian tawarkan solusi tambalnya. Atau ini ; Munculkan dulu terornya, baru kemudian bentuk anti terornya. (***)

Powered by Telkomsel BlackBerry®

[NulisRingkas] Privasi Yang Terhubung

image

SAAT DUNIA seperti bebas mengakses semua data tentang kita, memata-matai, mengikuti dan bahkan mengetahui apa yang kita pikirkan di dalam kepala, rasanya ingin sekali mematikan ponsel, menon-aktifkan akun-akun jejaring sosial dan membiarkan semuanya mengalir kembali seperti dulu.

Privasi berubah menjadi milik publik walau itu cuma sekedar catatan harian atau foto format jpeg yang sebenarnya hanya ingin kita simpan rapi di dalam ponsel. Aktifitas harian di balik kamar tidur, rasanya juga sudah mulai berubah jadi konsumsi publik yang bisa diketahui orang banyak.

Anda juga tahu, sekarang orang sudah bisa tahu kita sedang menuliskan pesan untuknya hanya dengan membaca status : is writing… di pesan BBM. Padahal, kadang kala kita ingin sebuah ‘surprise’. Kadang kita ingin pesan kita baru diketahui setelah terkirim dan diterima. Bukan pada saat kita sedang menuliskannya!

Rasa-rasanya, mungkin bakal menyenangkan jika hanya orang-orang yang memang seharusnya “terhubung” yang mengetahui hal-hal privasi kita lagi. Kemudian, membiarkan yang lain mengakses data diri kita melalui lembaran-lembaran kertas di kantor lurah atau camat saja. Kita berinteraksi langsung dengan orang secara fisik lagi. Berbicara dengan melihat rona wajah lawan bicara, bukan hanya emoticon semu.

Tapi, rasanya itu sulit karena pada kenyataannya sekarang, hampir semua kita sudah terhubung! (***)

Powered by Telkomsel BlackBerry®

[NulisRingkas] Strategi Ngawur Grudak Gruduk

image

STRATEGI NGAWUR itu seperti strategi bermain sepakbola ala anak-anak. Untuk mencapai visi kemenangan/gol adalah dg cara mengejar pergerakan bola secara bersama-sama kemanapun. Pokoknya selagi masih berada di dalam garis batas lapangan.

Grudak-gruduk ke sana, grudak-gruduk ke sini. Tendang sama-sama ke sana, kejar bareng-bareng ke mari. Penempatan fungsi tugas hanya berlaku utk kiper yg tetap berdiri di bawah masing-masing mistar gawang.

Anda striker, gelandang serang, winger, libero atau back bertahan? Nggak perduli.

“Get the ball and run!!”

Yang penting anda kejar itu bola, giring sedekat mungkin ke mistar gawang lawan dan tendang sekeras-kerasnya. Orang yg percaya, katanya Itu memperbesar peluang terjadinya gol. (***) :-)

[NulisRingkas] Politik Yg Tdk Cantik

image

POLITIK ITU awalnya mungkin hanya disangkutkan pd kegiatan yg berhubungan dg kekuasaan negara. Seperti kata Aristoteles. Sekarang pengertiannya sudah berkembang dan jd lebih universal. Dlm beberapa aspek kita sering melakukan tindakan politik. Entah itu berbentuk politik dagang, budaya, sosial atau bahkan yg bersifat lebih individu.

Tidak perlu sebutan politikus utk memainkan serangkaian trik dlm mencapai tujuan. Politik bisa diterapkan di banyak tempat. Bisa di gedung-gedung wakil rakyat, di lembaga-lembaga birokrasi, organisasi sosial kemasyarakatan atau di sudut-sudut kantor tempat kita bekerja. Beberapa di antaranya mungkin menggunakan cara-cara yg santun dan meyakinkan (persuasif). Yg lain menggunakan cara yg tdk wajar. Bahkan cenderung kasar.

Tapi, hati-hati. Politik yg tdk cantik mungkin bisa memupus apa yg sebenarnya sdh ada di depan mata. Atau, menghancurkan apa yg sdh kita capai sebelumnya. Resiko yg menanggung mungkin juga bukan hanya kita secara pribadi. Tapi juga orang-orang terdekat dan mereka yg menggantungkan banyak harapan hidup pada kita. (***)

[NulisRingkas] Sistem Yg Rusak

image

BUTUH KESABARAN ekstra, kerja keras, keuletan dan jiwa besar utk membenahi sebuah sistem yg krodit atau sdh hancur. Yg sdh tdk jelas lagi mana ujung dan mana pangkalnya. Yg sdh kabur antara mana yg bisa disebut sbg aturan, mana yg jadi pelanggaran.

Yang dihadapi bukan hanya sistem yg sakit. Tapi juga elemen di dlmnya yg mungkin sdh bobrok. Itu sprt menegakkan benang yg basah. Kita harus konsisten memeganginya terus, terus dan terus. Sampai kita lelah sendiri atau sampai kita bisa melihatnya kering dan mulai menangguk hasil dari sistem yg kemudian jd lebih teratur. (***)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.