Catatan berbagi untuk yang punya gejala aviophobia.
(cerita lain tentang terbang)
Pesawat Bermesin Tempel
Naik pesawat bermesin tempel? Saya tidak pernah membayangkan atau punya niat sebelumnya. Bukan karena takut ketinggian. Bukan juga karena pesawat ini benar-benar terbuka tanpa penutup. Tapi, karena kita harus bisa memperhitungkan dengan cermat jarak tempuh yang harus kita lalui dengan stok bahan bakar yang tempatnya sangat terbatas. Salah hitung, bahan bakar bisa habis dan mesin mati di udara.
Pesawat yang saya ceritakan ini adalah jenis pesawat penjelajah jarak pendek yang hanya mampu terbang beberapa ratus meter di atas udara. Bodynya hanya berupa rangka besi dan penutup sayapnya terbuat dari bahan seperti kanvas yang ringan. Mesinnya adalah mesin tempel dengan baling-baling di bagian belakang kokpit. Kapasitasnya cuma dua orang. Satu untuk pilotnya, satu lagi untuk penumpangnya yang dalam kondisi kepepet juga bisa bertugas sebagai co-pilot!!










