Cantik Pakai Batik

Kebaya encim warna putih polos dipadukan dengan kain batik Cirebon warna biru langit. Tampak cantik membentuk siluet tubuh pemakainya. Kebaya dari bahan brukat perancis warna merah marun dipadu padankan dengan batik pekalongan warna serasi. Terkesan anggun. Pesona keibuan-pun kian menonjol dengan batik warna merah marun ini.

Biarpun kini begitu banyak pilihan busana asal negeri sebrang. Batik masih melekat sebagai busana pilihan masyarakat kita. Termasuk kaum perempuan, untuk acara-acara tertentu mereka tetap memilih batik sebagai busana pilihan terbaiknya. Utamanya saat pergi ke acara resmi nasional seperti pernikahan atau acara lain yang dianggap penting.

Memang batik sudah menjadi bagian dari busana kita. Malah seiring dengan makin memasyarakatnya batik di tengah-tengah masyarakat. Busana batik jadi kian melebar fungsinya. Busana batik tak hanya dipakai ke acara formal yang dianggap penting saja. Namun dikenakan dalam aktifitas keseharian. Tentu untuk keseharian mesti dipilih busana batik yang dirancang sebagai busana kasual.

Untuk pergi ke acara – acara seperti pernikahan atau undangan penting. Kaum perempuan tak akan kehabisan motif. Motif batik sangat banyak pilihan. Dari batik Solo, Pekalongan hingga batik Cirebon. Jangan takut juga bakal sama dengan orang lain. ”Motif – motif batik biasanya dibuat eksklusif. Masing-masing motif batik hanya tersedia satu atau dua saja,” ujar Indah, Pemilik Rumah Batik dan Tenun di Kepodang Raya No-14 Kurnia Djaja Alam.

Untuk batik Pekalongan, Yogyakarta dan Solo mungkin sebagian besar dari kita sudah tak asing lagi. MOtif batiknya lebih didominasi dengan warna-warna gelap seperti warna cokelat dan hitam. Hanya saja para perancangnya kini banyak memadukan batik Pekalongan, Yogyakarta dan Solo dengan tambahan payed dan manik-manik.

Seperti tampak batik Pekalongan warna merah marun. Tak hanya eksklusif karena batiknya merupakan batik alat tenun bukan mesin(ATBM), tapi lantaran dipercantik dengan payed warna serasi yaitu warna merah marun. Sama halnya dengan batik asal pekalongan dan Solo, batik Cirebon yang juga dihadirkan di Rumah Batik dan Tenun juga punya ciri khas. ”Batik Cirebon didominasi dengan warna-warna cerah,” ujar Indah.

Indah menuturkan batik Cirebon memiliki motif yang lebih bebas. Hal itu sebagai gambaran dari kehidupan masyarakat Cirebon itu sendiri. Dari sisi geografisnya, Cirebon adalah daerah pantai. Lantaran itu pula, batik Cirebon sering dibilang batik motif pesisiran. Pilihan warna relatif bervariasi seperti warna hijau muda, pastel, merah, merah muda dan biru langit. Juga motifnya yang juga beragam tumbuhan, daun dan bunga. ”Bila diperhatikan lagi, ukuran daun dan bunganya lebih besar,” kata Indah.

Pergi ke sebuah acara penting pakai batik memang terasa ada yang kurang kalau tanpa selendang. Indah menuturkan selendang biasanya dipasangkan dengan batik. Motif selendang mesti dipilih motif yang sama dengan busana batiknya. Batik Pekalongan payed atau Cirebon ATBM memang harganya relatif mahal. Rata-rata sarung batik dan selendangnya dipatok mulai Rp450 ribuan. (andriani susilawati)

Tips Merawat Batik
– Mencuci kain batik dengan menggunakan sampho rambut atau sabun mandi
– Boleh juga mencuci kain batik dengan sabun khusus yang dijual di pasaran
– Jangan dicuci dengan menggunakan mesin cuci
– Cucilah dengan cara manual menggunakan tangan
– Biar warna tidak pudar, jangan dijemur langsung terkena sinar matahari
– Saat dibilas atau selesai dicuci jangan diperas
– Usai kering simpan dengan cara digantung
– Jangan disimpan dalam keadaan dilipat

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s