Dilarang Makan Sebelum Izin dari Suhu

Arif, Petugas  Vihara Viriya Pala di Batam Centre

Pantang hio bekas sembahyang dibuang ke tong sampah, menyapu harus ke dalam, dan sederet aturan lainnya sudah sangat dipahami oleh Arif (35), penjaga Vihara  Viriya Pala di Batam Centre. ternyata ia seorang muslim  yang berasal dari Flores.

blog-vihara-viriya-pala-arif-penjaga-foto-andriani1Menjaga Vihara Viriya Pala di Batam Centre, bagi Arif adalah pekerjaan untuk bisa hidup di Batam. Pria asal  Flores ini mengaku sudah 7 tahun bekerja sebagai penjaga vihara. Iapun  menerima upah UMK. Saban hari ia bekerja dengan senang hati  mulai pukul 09.00 WIB hingga sore menjelang. ”Hari-hari biasanya, selain menjaga Vihara, saya  membungkus  hio untuk sembahyang,” ujarnya.

Arifpun bercerita awal mula ia bisa bekerja di Vihara. Ia bekerja di Vihara berkat informasi dari temennya. Tidak mudah menjadi penjaga di Vihara. Selain harus jujur, juga harus memahami seabreg aturan yang ditetapkan. ”Kerja disini syaratnya harus jujur. Satu kali bohong, mereka akan sangat sulit percaya lagi,” ujarnya.

Kejujuran memang jadi nomor satu bagi seorang  petugas Vihara. Maklum di Vihara Viriya Pala banyak uang sumbangan dari para donatur yang datang setiap kali sembahyang.  Di Vihara Viriya Pala juga ada sepeda motor, laptop dan barang elektronik lainnya yang harus dijaga oleh Arif.

Sepeda motor, laptop dan barang elektronik tersebut merupakan hadiah undian yang siap dibagi-bagikan pada umat yang datang pada perayaan Imlek dan Ulang Tahun Dewa Rejeki di Vihara Viriya Pala yang akan berlangsung pada 25 dan 30 Januari 2009.

”Disini, kita tidak boleh makan sembarangan, sebelum ada izin dari Suhu, kita tidak boleh makan (makanan sesaji-red),” ujar Arif menyebut salah satu aturan yang harus ditaati.  Ada lagi  pantangan tidak boleh  membuang hio bekas sembahyang ke tong sampah. Hio bekas sembahyang haruslah dibuang ke tungku pembakaran.

Begitupun kalau menyapu tidak boleh keluar tapi harus ke dalam. ”Menyapu ke dalam itu lambang rejeki. Rejeki harus dikumpulkan ke dalam. Tidak hanya di vihara saja. Saat Imlek, tradisinya menyapu harus ke dalam. Bahkan tidak boleh menyapu dan mencuci,” kata Siha, Ketua Yayasan Vihara Viriya Pala.

Meski banyak aturan, karena terbiasa, Arif mengaku tidak ada kesulitan. Ia malah merasa bangga karena sudah 7 tahun menjadi penjaga di Vihara Viriya Pala Batam Centre.  ”Walaupun hanya petugas, saya bangga kerja disini, Saya disini sejak vihara ini masih kecil hingga sekarang menjadi besar dan megah,” ujarnya.

Sebenarnya, kata Arif menjelang perayaan Imlek kesibukan petugas Vihara bukan hanya memasang lampion dan mendekor panggung untuk acara. Tapi juga menyiapkan acara perayaan Imlek. ”Saya ikut kumpul bersama yang lain untuk menyiapkan acara perayaan Imlek,” ujarnya. Seperti tahun-tahun sebelumnya.  (andriani susilawati)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s