Jatuh Bangun Mencintai Kopi

kopiTekad yang besar dan menghadapi berbagai kendala ditempuh oleh Ashari Yusuf pendiri Beanstock Coffee Shop. Ia pun jatuh bangun dan hampir bangkrut. Kecintaannya yang tinggi pada minuman  kopi, bahkan membuatnya ingin ganti nama jadi Azhari Coffee..

Punya cita-cita besar yaitu ingin seperti pemilik Starbuck, jaringan kedai kopi terbesar di dunia asal Amerika, Ashari jatuh bangun menjalankan bisnis kopinya. Berkali-kali ia gagal, punya utang menumpuk, tabungan habis, rumah disita,  mobil dan perhiasan dijual, tapi ia tetap mantap berbisnis  kopi.

Ashari bahkan akan mengganti namanya. Dari Ashari Yusuf menjadi Ashari Coffee. Penggantian nama, mulai dari akte kelahiran dan surat penting  lainnya. ”Sekarang lagi diurus. Saya ganti nama jadi Ashari Coffee, supaya saya tidak ke luar dari jalur bisnis kopi. Saya ingin fokus di bisnis kopi yang sudah jadi pilihan saya. Pokoknya hidup mati di kopi, ‘’ katanya.
Ia pun terinpirasi Michael Schumacher, pembalap tersukses sepanjang sejarah, sebagai ikon Formula Satu. Kata Ashari dulunya Schumacher seorang pemain sepakbola yang hebat. Tapi ia harus menentukan pilihannya, supaya fokus dan berhasil.

Menurut Ashari, jauh sebelum dirinya terjun ke bisnis kopi, di usianya yang baru 19 tahun ia menjabat pimpinan perusahaan kilang minyak goreng dari sawit di Sumatera Utara.

Ia  juga pernah sukses bisnis mobil di Batam.  ”Dari segi penghasilan, bisnis mobil dan kilang minyak jauh lebih besar, tapi dari sisi kematangan, jauh lebih besar di bisnis kopi,” katanya.

Menurut pria kelahiran 21 Oktober 1974, ada dua alasan dirinya kian mantap berbisnis kopi. Pertama kopi adalah komoditas terbesar di dunia setelah bahan bakar minyak. Alasan lainnya, Ashari ingin mengedukasi para petani Indonesia.

”Bagaimana caranya 1 kg kopi,  di tangan kita bisa menjadi Rp1 juta. Asumsinya 1 kg kopi menjadi 100 cangkir kopi dengan 1 cangkir kopi dijual Rp10 ribu. Hasilnya jadi Rp1 juta. Bisnis kedai kopi ini bisnis yang luar biasa,” katanya.

Faktor lainnya, Ashari mengaku pecinta kopi. Ia mulai tertarik minum kopi sejak duduk di SMP. Hobi minum kopi berlanjut hingga sekarang. Sesekali ia menyempatkan pergi ke Kiliney Singapura hanya untuk menikmati secangkir kopi kesukaannya. Ia bahkan rela merogoh koceknya untuk membeli kopi kualitas tertinggi se-dunia, yang harganya Rp2 juta untuk 1 kg kopi.

Setelah gagal berkali-kali, memasuki 2009, bisnis kopi Ashari mulai membuahkan hasil. Kaya Toas di Ferry Internasional Batam Centre dan Beanstock Coffee Shop di Grand Majesty  bisa berdiri eksis. Ia bahkan punya 5 cabang Beanstock Coffee Shop  yang bisa eksis di Jakarta.

”Kenapa Jakarta, saya berpikir, kalau bisnis kita ingin besar harus kita mulai dari pusat dulu, Jakarta, harus me-nasional dulu, baru nanti bisa besar,” katanya.

Konsep  Beanstock Coffee Shop di Jakarta dibuat berbeda dengan Beanstock biasanya. Konsepnya booth, pakai gerobak dan sistemnya dipesan untuk dibawa pulang. ”Tidak diminum seperti Beanstock Coffee Shop dulu. Tapi kita tetap menyediakan meja dan kursi, tapi jumlahnya cuma sedikit, dua atau tiga meja saja,” katanya.

Merek Beanstock Coffee Shop yang mulai familiar di Jakarta dan Batam, bahkan sudah diminati oleh seseorang pebisnis.  ”Dia mau beli merek Beanstock Coffee Shop dengan harga Rp1 miliar. Tapi saya tolak. Saya ingin merek Beanstock Coffee Shop tetap punya saya, dan orang lain yang memiliki kedai kopinya. Seperti Starbuck,” katanya.

Kini, ia tak hanya fokus membesarkan Beanstock Coffee Shop, kini ia juga mendirikan Zarri Founder of Indonesian Coffee Shop Intitut, sekolah tentang kedai kopi yang pertama di Asia.  Ashari menambahkan bisnis kopi dengan konsep yang ia ciptakan juga mulai dilirik  pebisnis di Irian dan Bekasi.

Ashari mengatakan bisnis kopi yang ia lakoni sekarang dimulai karena iseng saja. Waktu itu, 14 Mei 2002, Ashari membuka Beanstock Coffee Shop di Nagoya Mall, dekat Melia Panorama. ”Iseng saja, waktu itu kedai kopi tempat nongkrong saya tergusur dan diganti jadi pub. Selain itu, saya juga masih bisnis mobil,” ujarnya.

Modal untuk bisnis kopi adalah hasil pinjaman. Tapi baru saja Beanstock Coffee Shop beroperasi harus tutup karena malnya tutup. Ashari berpindah ke  beberapa mal tapi  berkali-kali buka, berkali-kali ia gagal. ”Sampai sekarang sudah ada enam yang  tutup,” akunya.

Kegagalan yang pernah dialami justru menjadi pelajaran berharga buatnya. Azhari menilai penyebab kegagalannya itu disebabkan karena salah lokasi. Baginya kegagalan dalam berbisnis itu hal biasa. Ashari mencontohkan perusahaan besar seperti Starbuck atau KFC ada yang tutup di beberapa lokasi.

”Saya baca di koran. Justru yang bahaya itu kalau yang tidak pernah gagal,” ujarnya.  Ia juga menyebut,  seorang Alfa Edison saja harus melalui 100 kegagalan.

Di antara jatuh bangun di bisnisnya, Ashari mengakui dirinya pernah mengalami keterpurukan sampai titik nol. Peristiwa itu terjadi Desember 2007. Waktu itu Ashari memiliki utang Rp23 juta yang sudah jatuh tempo.

”Saat itu saya benar-benar tidak punya uang sepeserpun, sementara besok saya harus bayar utang Rp23 juta. Bayangkan beratnya. Saya sampai menangis semalaman. Waktu itu saya sampai muntah cairan hijau,” ucapnya.

Keesokan paginya ia pergi ke dokter, tapi anehnya dokter menyatakannya ia sehat meski tadi malam ia sampai muntah. Ia lalu pulang ke rumah dan istirahat. Tiba-tiba ia dihubungi Haji Afdal. Setelah diceritakan masalahnya, Afdal langsung membantunya.

”Saya tidak tahu berapa banyak saya harus gagal. Tapi semua kegagalan itu harus saya jalani, sampai jatah gagal yang diberi Tuhan kepada saya habis,” ujarnya.

Sejak berbisnis kopi, Ashari memang punya utang dengan jumlah yang tidak sedikit. ”Utang saya ibarat  bayar SPP saat kuliah. Utangnya 100 ribu dolar Singapura. Yah beginilah kalau bisnis, habis  tabungan, mobil dan rumah disita. Saya anggap ini investasi. semuanya ada risiko,” ujarnya. (andriani susilawati)

4 pemikiran pada “Jatuh Bangun Mencintai Kopi

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s