Stand Up !

SAYA PERNAH mengidolakan Rick Allen. Mungkin masih sampai sekarang.  Rick, si drummer yang hanya punya satu tangan itu. Beat-beat pukulan drum yang dimainkannya terdengar begitu energik, cepat, bersemangat. Padahal untuk melakukannya, saya pikir dia butuh energi lebih banyak dibanding drummer bertangan normal. Belum lagi harus melawan perasaan minder yang sangat mungkin dialami orang seperti Rick. Tapi, Rick mampu melewatinya dengan baik.

Anda yang kenal dengan Deff Leppard dan pernah dengar salah satu lagunya ; Stand Up (kick love into motion) coba putar ulang lagi. Coba Dengar beat-beat pukulan drumnya. Awal-awal tahun 90-an lalu saat pertama kali mendengarnya, saya menduga drummernya pasti gahar (garang, pen), benar-benar bisa memanfaatkan kedua tangan dan kakinya dengan sangat baik untuk menghasilkan harmonisasi pukulan drum yang energik, cepat,  bersemangat. Menyatu dengan alat musik lain dan vocal dari rekan-rekan se-grupnya.

Tapi, ternyata saya salah. Rick cuma punya satu tangan dan dua kaki untuk menghasilkan pukulan drum seperti drummer-drummer normal lain. Ia menggunakan drumkit khusus yang sengaja dibuat agar ia tetap bisa menabuh drum. Ia menggunakannya sejak tahun 1984. Usai  kecelakaan lalu lintas yang membuatnya harus rela kehilangan sebelah lengan.

Rick Allen punya nama lengkap Richard John Cyril Allen. Ia bergabung dengan Def Leppard tahun 1980. Semangatnya untuk tetap berkarya paska kecelakaan yang dialami benar-benar luar biasa. Rick yang piawai menggebuk drum, harus belajar lagi untuk melakukannya dengan tangan satu. Itu saya pikir bukan hal yang mudah. Belum lagi harus melawan  rasa kurang percaya diri.

Tapi, Rick memang luar biasa. Cacat tidak membuatnya putus asa. Ia malah berpikir keras bagaimana cara agar biar tetap survive jadi pemusik. Rick yang pekerja keras mampu melewati masa-masa sulitnya hanya dalam waktu 6 bulan. Masa itu ia perlukan untuk membiasakan main dengan tangan 1 tangan dan mempergunakan pedal-pedal tambahan yang sengaja dirancang khusus untuknya.

Tiga tahun menyepi untuk recovery, Rick bersama Deff bangkit dengan album keempatnya. Album berlabel hysteria itu meledak di pasaran. hingga sekarang masih terus dicari dan sudah menembus angka 22 ribu copy (mercury, pen). Banyak pengamat musik dunia menilai  Hysteria adalah album terbaik Deff Leppard sepanjang karier mereka.

———-OOO————

Rick dan Def Leppard adalah cerita tentang persahabatan. Hubungan mereka bukan hanya tentang bagaimana menggapai popularitas, materi dan kejayaan. Joe Elliot, Phil Collen, Rick Savage dan (alm) Steve Clark  bukan sekedar rekan kerja bagi Rick Allen. Tapi sahabat-sahabat yang setia.  Mereka menunggu Rick pulih dan bisa memainkan drumnya lagi. Butuh waktu tiga tahun menunggu sampai akhirnya mereka bisa mengeluarkan albumnya yang bombastis itu.

Rick dan Deff Leppard adalah sebuah konsekuensi perubahan. Aliran New Wave of British Heavy Metal yang sedari awal mereka usung, berubah menjadi lebih hard/ pop rock. Ini menyesuaikan dengan kemampuan Rick Allen paska kecelakaan yang dialami. Tapi perubahan itu justru semakin menjulangkan nama mereka. Masuknya gitaris Vivian Campbell belakangan semakin mempertegas konsep musik mereka sekarang.  Terhitung sejak pertama kali muncul, grup ini telah menelurkan 13 album hingga tahun 2006 lalu.  (***)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s